TEMPAT BRSEJARAH DALAM ISLAM

Dikirim islam pada April 8, 2008 oleh nunahimura
KORDOBA
Kordoba adalah salah satu kota di Andalusia yang terletak di belahan barat Spanyol. Kota ini memanjang di tepi kanan sungai Lembah Besar. Kordoba merupakan kota tua Iberia dengan nama Iberi Baht, kemudian orang Arab menyebutnya Qurthubah atau Kordoba.

Kota Kordoba didirikan pada masa Romawi di sekitar sungai Lembah Besar yang kemudian menjadi terkenal setelah terjadi konflik antara Karthajinah dengan Romawi. Kordoba pernah dikuasai oleh penguasa Romawi, Lothair, lalu dijadikan ibukota Spanyol pada tahun 169 SM. Sejak itu, Kordoba menjadi salah satu wilayah kekuasaan Imperium Romawi.

BUKHARA

Bukhara adalah sebuah kota terletak di Asia Tengah di bagian barat Republik Ozbekistan. Konon kata Bukhara berasal dari bahasa Mongolia “Bukhar” yang berarti lautan ilmu. Hal tersebut mengingat banyaknya tokoh ilmuan yang berasal dari kota ini.

Kota Bukhara telah berdiri sejak lama, konon didirikan di masa Dinasti Iran Akminiah (553-330 SM.) kemudian dikuasai oleh Alexander Agung. Setelah itu kota Bukhara menjadi bagian dari Daulat Bani Bakhtariyin, kemudian pada abad keenam masehi dikuasai oleh Turki, seterusnya beralih ke dalam kekuasaan Cina di abad ke tujuh masehi.

DAMASKUS

Damaskus terletak pada posisi 30°37´ bujur timur dan 30°33´ lintang utara. Ibu kota Republik Syuriah. Sejak dahulu Damaskus terkenal dengan banyak sungai dan saluran air.

Pada mulanya Damaskus adalah kota pertanian kecil yang terletak di perairan sungai Bardi. Karena letaknya yang sangat strategis untuk pusat perdagangan, maka di sana banyak terdapat pasar.

ASHAPAN

Kota Aspahan terletak di Republik Iran, antara kota Teheran dan kota Syiraz. Jumlah penduduknya sekitar satu juta jiwa.  Kota ini memiliki kekayaan sejarah dan arsitek melebihi dari kota-kota Iran lainnya.

Sejarah kota Aspahan ini bermula dari lima ratus tahun sebelum masehi, ketika raja Sawirus, raja pertama dari Dinasti Akamadi. Di masa pemerintahan dinasti inilah lahir Imperium Persia. Konon umat Yahudi yang berhasil lolos dari penjara Babilonia memilih untuk berdomisili di kota Aspahan.

TOLEDO

Toledo adalah sebuah kota kuno di Andalusia (Spanyol) yang berjarak 75 km. dari kota Medrid, ibu kota Spanyol sekarang. Orang Arab menyebutnya dengan Thulaithalah. Baik Thulaithalah maupun Toledo berasal dari kata Latin, Tholedoth. Menurut ahli sejarah, Toledo dibangun pada masa pemerintahan Yunani, sebelum dikuasai Romawi. Diduduki Romawi pada tahun 190 S.M. Saat itu Toledo maju dan di sekelilingnya dibentengi dengan pagar.

KOMIK MATAHARI TERBIT DAN DUDUK PERKARANYA

Dikirim japanese cartoon pada April 8, 2008 oleh nunahimura

Anime (film kartun) dan manga (komik) Jepang tidak mendidik? Tak adil rasanya mendiskreditkan animasi made in Jepang tanpa menyelami aspeknya secara paripurna. Kalau saja dilakukan pengamatan lengkap, vonisnya pasti tak akan seberat itu. Inilah inti tanggapan terhadap tulisan Andrian W.D. berjudul Kontroversi di Balik Film Kartun pada Intisari Juni 2001 dari yang mengaku pencinta berat kedua produk Negeri Matahari Terbit itu. Dengan ini polemik kita sudahi.

Sebelum menukik ke pokok masalah, diingatkan kembali bahwa komik dan kartun Jepang itu beragam spesifikasinya. Berdasarkan pangsa pasarnya, ada shounen, yakni anime atau manga bergenre (gaya: meliputi gambar, bahasa, penokohan) serta beralur cerita yang disesuaikan dengan selera cowok. Contohnya, “Dragon Ball”, “Ashita no Joe”, serta “King Of Fighter”. Ada shoujou, yang genre dan alur ceritanya disesuaikan dengan selera cewek, seperti “Sailormoon” dan “Throbbing Tonight”.

Klasifikasi lainnya, shoujou-shounen yang merupakan perpaduan kedua jenis anime dan kartun. Contoh, genrenya bisa saja shounen, tapi alur ceritanya shoujou, atau sebaliknya. Jadi, penikmatnya tak terbatas pada cewek atau cowok. Masuk kategori ini, misalnya, komik dan animasi “Rurouni Kenshin”, “Evangelion”, atau “PatLabor”.

Ada standar peruntukan

Anime dan manga juga dibedakan menurut tema. Mulai mecha (robot), fighting (pertarungan), adventure (petualangan), romance (percintaan), sampai dengan hentai (seks). Meski begitu dalam praktiknya, pada beberapa karya klasifikasi berdasarkan tema ini kerap tidak berlaku karena tumpang tindihnya unsur dan ide.

Misalnya, meski ide aslinya mecha, tapi mengandung juga unsur romance, adventure bahkan hentai. Berbagai klasifikasi tadi masih ditambah dengan batasan umur, yang bisa dilihat di awal pemutaran film. “Bill in Love”, contohnya, digolongkan untuk tontonan 21 tahun ke atas (biasa ditulis 21+), “City Hunter” (18+), “Evangelion” (13+), “PatLabor” (9+) hingga “Crayon Sinchan” (everyone).

Lazimnya, ketiga klasifikasi itu ada dalam setiap anime sehingga tercipta perpotongan klasifikasi satu dengan lainnya. Misal, “PatLabor” adalah film kartun bersifat shoujou-shounen, bertema mecha, dan dikategorikan untuk umur 9+. Sedangkan “Bill in Love” bersifat shounen, bertema hentai, dan dikategorikan untuk 21+.

Melihat kejelasan fakta tadi, mestinya penayangan animasi Jepang tertentu di televisi perlu mempertimbangkan beberapa hal. Langkah yang seharusnya dilakukan adalah menentukan jam tayang yang pas dan menampilkan sasaran peruntukan sebelum memutar film itu. Bila dirasa masih kurang sesuai dengan keadaan masyarakat kita, standar sasaran usia penontonnya bisa dinaikkan. “Crayon Sinchan” misalnya, golongan umurnya bisa ditingkatkan menjadi 13+.

Sayangnya, klasifikasi usia tampaknya masih terbatas buat anime, belum memasyarakat di manga. Kecuali komik beraliran hentai (porno), semacam “Yuri & Friends” (di sampulnya jelas ditulis 19+). Di Indonesia, terobosan menampilkan label umur ini sudah dilakukan oleh Dragon Production, yang menerbitkan serial “I’s”, “Ai Think So”, “Family Compo”, “Grooming Up”, dan sebagainya.

Di sisi lain, batasan yang jelas juga harus dibuat untuk menerangkan siapa masuk kategori anak-anak. Apakah mereka adalah semua yang masih bergantung pada orang tua, ataukah ada batasan umur tertentu. Misalnya, umur anak-anak diklasifikasikan 6 - 13 tahun, sedangkan remaja 14 - 17 tahun. Nah, batasan inilah yang dikaitkan dengan keterangan peruntukan komik dan film kartun buatan Jepang itu. Akan tampak aneh jika anak usia enam tahun menonton “Evangelion” atau seri “Gundam”.

Kalau tontonan sudah sesuai dengan umur, tapi si anak masih tidak memahami isi animasi, boleh jadi lantaran alur ceritanya yang berat dan “berbobot” (”PatLabor”, “X-Clamp”). Tak jarang ada juga orang tua yang tidak bisa dengan mudah menangkap alur ceritanya. Itu antara lain karena sebagian besar film kartun Jepang memang memasukkan unsur budaya yang jarang ditemui di Indonesia, seperti mandi bersama, ritual mengusir setan di kuil, atau melihat bunga sakura.

Ada sinyalemen, anime dan manga Jepang menjadi populer konon lantaran film dan merchandise alias barang-barang suvenirnya lebih dulu masuk. Namun dari amatan, justru komik yang mula-mula merebut hati para penggemar, baru kemudian versi filmnya. Fenomena ini kemudian ditangkap dunia bisnis untuk ikut memasarkan merchandise.

Jadi, suksesnya film kartun dan juga komik Jepang memang murni karena disukai pembaca dan penontonnya. Hal ini berkebalikan dengan pembuat film seperti Walt Disney yang selalu mengawali langkahnya dengan iklan bombastis, cerita sekuel, penjualan pernak-pernik, baru kemudian menerbitkan komik. Contohnya, “Aladin”, “Lion King”, “Mulan”, “Little Mermaid”, “Pinnochio”, dan masih banyak lagi.

Aliran meletat-meletot

Teknik gambar komik dan animasi Jepang pun amat bervariasi. Salah satu alirannya, gambar Sinchan yang meletat-meletot. Konon, itu memang sengaja dibuat untuk menunjukkan bahwa penyampaian pesan tak perlu menggunakan gambar yang rumit.

Teknik itu tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan komik Barat, misalnya Walt Disney. Soalnya, keduanya merupakan dua jenis komik dan animasi yang berbeda peruntukan dan tujuan pembuatannya. Mulai kelas, ilustrasi, hingga alur cerita. Walt Disney mengutamakan keindahan, sedangkan Crayon lebih menonjolkan kekonyolan gambar.

Tokoh komik dan animasi Jepang sebagian besar manusia, minimal mendekati wujud manusia. “Kobo Chan” misalnya, sarat dengan unsur pendidikan, karena secara detail dan sederhana menampilkan kehidupan keseharian sebuah keluarga. Dari tema itu, muncul kisah yang logis, masuk akal. Secara imajinasi mudah dibayangkan, dan mungkin terjadi dalam keseharian.

Film kartun Jepang memang menampilkan kewajaran, seperti “Saint Seiya”. Memang tokoh utamanya digambarkan bisa berdarah-darah setelah dipukul lawannya. Atau juga “Gundam Wings” dan “Macross” yang banyak mempertontonkan kematian, sesuatu yang masuk akal. Hingga “Evangelion” yang sering menampilkan tokoh utamanya Asuka, Rei, ataupun Maya telanjang di kamar mandi; bukankah mandi memang harus telanjang?

Komik dan film kartun Jepang juga sering dituduh mengumbar adegan kekerasan. Padahal, banyak juga film Eropa atau Amerika seperti “Woody Woodpecker”, “Animaniacs”, “Looney Tunes”, “Tiny Tunes”, “Tazmania”, dan lain-lain yang sering menampilkan adegan sadis seperti memotong, menusuk, menginjak-injak, mencaci musuh, dan sebagainya, yang juga mengundang perilaku kekerasan?

Dalam anime Jepang, pembaca atau penonton sering menemukan idola yang tidak mereka dapati dalam kenyataan. Mereka juga bisa melihat ketidakadilan, kepengecutan tokoh utama, kesetiaan terhadap ideologi, bahkan sampai sisi baik tokoh yang jahat. Mereka juga belajar bahwa hidup ini penuh intrik dan perbedaan.

Kelebihan lain ditampilkan “PatLabor”. Film ini menampilkan salah satu kualitas film Jepang yang ceritanya semi-realistis, yang mengisahkan kemajuan teknologi robot. Walaupun cerita ini hanya khayalan si pengarang, namun mampu mendorong lahirnya kreativitas anak akan masa depan. Imajinasi di sini mengarah pada kemungkinan yang terjadi di masa depan, bukan imajinasi yang kekanak-kanakan.

Sesungguhnya, cukup banyak manfaat film kartun dan komik buatan Jepang. Meskipun adanya sejumlah film kartun yang tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat kita, tentu tidak terbantah.

Salah satu jalan untuk mengatasinya adalah membuka dialog orang tua - anak tentang sebuah film kartun dan komik buatan mana pun. Semakin banyak argumen dan detail yang dikemukakan sang anak, semakin menunjukkan kedewasaan berpikirnya. Jangan biarkan anak-anak terus menjadi anak-anak, tapi persiapkanlah kedewasaan mereka dalam menghadapi kenyataan. (David Yacobus Hengkengbala)

SEJARAH MUSIK ROCK

Dikirim musik rock pada April 8, 2008 oleh nunahimura

Jimi Hendrix
Jimi Hendrix merupakan salah satu pelopor rock

BBC TV sejak akhir Mei lalu menayangkan acara khusus tentang sejarah musik rock dunia dalam 7 seri, yang akan digelar hingga akhir Juni.

Program yang diberi judul 7 Ages of Rock itu menampilkan perkembangan musik rock sejak masa 1960-an hingga abad ke 21.

Ringkasan program itu disiarkan dalam Info Musika BBC Siaran Indonesia, yang memaparkan masa-masa awal musik Rock, dengan pengantar acara Liston P. Siregar.

Musik Rock dikembangkan dari musik Blues asal Mississipi di Amerika, dan salah satu gitaris yang menonjol di masa awal kelahirannya adalah adalah gitaris Jimi Hendrix.

Setelah masa awal dengan irama blues yang kental –seperti Satisfaction karya Stones yang pada prinsipnya adalah blues, kata Keith Richard– berkembanglah musik rock yang memadukan musik dan seni pertunjukan.

Aliran diawali dengan seniman pop dunia, Andy Warhol, yang berkolaborasi dengan The Velvet Underground.

Dan yang sering disebut puncak dalam masa ini –yang juga dikenal sebagai art rock– adalah The Wall karya Pink Floyd, berupa pertunjukan teater rock.

Sex Pistols
God Save The Queen dari Sex Pistols menegaskan kehadiran punk

Sementara itu sekelompok pemusik lain di awal 1970-an mengembangkan punk, dengan pelopor The Sex Pistols dan The Clash.

Salah satu aliran lain yang juga berkembang dari rock adalah heavy metal dengan prinsip ’secepat mungkin dan sekuat mungkin.’

Dengan pionir Black Sabbath, aliran ini kemudian diramaikan oleh Deep Purple, Judas Priest, Iron Maiden dan Metallica.

Tentu saja peran musisi-musisi besar dunia lain tidak bisa dilupakan begitu saja, walaupun mungkin mereka tidak bisa disebut menawarkan sebuah pendekatan yang sama sekali baru.

Sejumlah rockers raksasa hingga saat ini masih tetap bergema, antara lain Led Zeppelin, Nirvana, The Queen, The Police, maupun Bruce Springsteen.

Memasuki Abad 21, rock mungkin bisa disebut memasuki masa indie dengan awal The Smiths asal Inggris.

Beberapa kelompok yang masih mengibarkan bendera rock di Abad 21 antara lain Franz Ferdinand, The Libertines, dan The Arctic Monkeys.

hoho0…hoho0…hoho0….

Dikirim Uncategorized pada Maret 17, 2008 oleh nunahimura

huy…..huy….

ayo0 dunn smuanya ….. dukun9 aQuw ya…

caraNya gampan9 kuk..

lw buka ja wb dirikuh….

paztii djamin u gag bakal nyesel d……hoho00…….

Hello world!

Dikirim Uncategorized pada Maret 13, 2008 oleh nunahimura

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!